Friday, 10 January 2014

MENGHITUNG UMUR DAN ZSCORE DENGAN WHO ANTRO 2005

Menghitung Umur dan Zscore dengan WHO Antro 2005

1    1. Pengertian WHO Antro 2005
WHO Antro 2005 adalah salah satu baku rujukan yang berisikan nilai parameter antropometri. Baku rujukan WHO 2005 disamping lebih lengkap parameter dan indeksnya dibanding baku rujukan sebelumnya, juga disertakan dengan software computer untuk mengevaluasi status gizi secara antropometri.

2    2. Kegunaan WHO Antro 2005
WHO Antro 2005 berguna untuk mengevaluasi status gizi balita dan anak prasekolah secara antropometri.
      3. Terbagi Atas :
           a) WHO Antro  (download here)






           b)     WHO Antro Plus (download here)


 

                                                        
      4. Perbedaan WHO Antro Plus dengan WHO Antro :
a)      WHO Antro digunakan untuk mengevaluasi status Gizi Balita
b)      WHO Antro Plus digunakan untuk mengevaluasi status Gizi Anak usia 6-18 tahun.
    5. Menu WHO Antro terdiri dari :
a)      Anthropometric Calculator

Berfungsi sebagai kalkulator. Menghitung status gizi sesaat, setelah hasil terbaca dan di intevensi sesuai kebutuhan, lalu hasilnya akan hilang setelah data berikutnya di entri.

b)     Individual Assessment
Berfungsi untuk pemantauan pertumbuhan selama balita (59 bulan). Jika sudah lewat dari 59 bulan menggunakan Anto Plus.


c)      Nutritional Survey

Berfungsi untuk mengolah data status gizi balita hasil pengumpulan data (survey/penelitian). Data entri bisa di lakukan langsung dari aplikasi Antro ini dan bisa juga di entri dengan software terpisah. lal olah dengan aplikasi antro 2005.

       6. Cara penggunaan Nutritional Survey
-          Lakukan pengentrian data dengan cara klik Nutritional Survey
-          Daftarkan sebuah survey beserta identitas nya.
-          Entri data yang ingin di masukkan.
-          Setelah selesai meng entri klik save.
-          Lalu lihat result.
-          Export data ke database format lain.
-          Pengolahan data lanjutan dengan software yang sesuai dengan kebutuhan.
           
          Hasil (result) akan bisa di lihat jika telah menge entry data lebih dari 20 sampel. Untuk pengolahan lanjutan nya bisa menggunakan software SPSS ataupun di export ke Ms.Excel.

      7.   Pengolahan lebih lanjut

a)      Menggunakan Ms. Excel
      Dalam mengolah data dari WHO Antho 2005 ke SPSS tidak bisa secara langsung. Data yang telah di entri harus terlebih dahulu diolah di Microsoft excel. Microsoft excel ini digunakan untuk membantu memproyeksikan, menganalisis data, menghitung dan menginterpretasikan data. Oleh karena perhitungan di WHO antro 2005 tidak dalam angka penuh maka harus di jadikan dulu menjadi complete. Missal nya pada pengolahan menghitung umur dan Zscore.

b)     SPSS
Merupakan sebuah program computer statistic yang  berfungsi untuk membantu dalam memproses data-data statistic secara tepat dan cepat serta menghasilkan berbagai output yang dikehendaki oleh para pengambil keputusan.
 Caranya :
1.      Setelah  install SPSS , lalu Buka aplikasi SPSS
2.     Open  Data  : pilih file excell yg disimpan tadi dengan cara mengubah tipe format menjadi type XLS , lalu  Klik OK


3.   Klik kolom WHZ untuk penentuan status gizi berdasarkan BB/TB, HAZ untuk penentuan status gizi berdasarkan TB/U, WAZ untuk penentuan status berdasarkan BB/U  lalu klik Transform,  lalu pilih recode into different variables




4.      Isikan data seperti dibawah,, yaitu dengan cara klik WHZ pada kolom kiri,, lalu klik tanda panah ke dalam, dan isikan kotak name dan label,, isikan KBT untuk BB/TB. lalu klik Change,, lalu klik Old and New Values untuk memasukkan interval atau batas dalam penilaian status gizi




5     5Isikan batas interval



6.      Lalu klik CONTINUE dan klik paste,,
7.  add value labels berguna untuk menentukan status gizi untuk data yang telah dimasukkan sebelumnya yang menggunakan kode angka tertentu. Blok data dan klik tanda panah



8.      Lalu klik analyze,  desciptive statistics, frequences,
9.      Lalu pilih status gizi (BB/TB) DAN KLIK OK
10.  Lakukan langkah yang sama untuk menentukan status gzi berdasarkan, HAZ, WAZ, DAN BAZ

8.  KELEBIHAN DAN KEKURANGAN APLIKASI WHO ANTHRO 2005
Kelebihan WHO Anthro 2005
-          Dapat menilai status gizi balita dan anak-anak baik secara individu maupun secara massa

-          Hasil dapat berupa kurva yang bisa dibandingkan dengan nilai normal.

-          Dapat mengikuti pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kekurangan WHO Anthro 2005
-          Tidak dapat mengklasifikasikan penilaian Status Gizi, harus dibantu menggunakan aplikasi lain seperti SPSS dan Microsoft Ecxell.

9.  Kesimpulan
WHO Anthro 2005 adalah aplikasi untuk penilaian status gizi berdasarkan baku rujukan Anthropometri. Who Anthro terbagi 2 yaitu WHO Anthro yang digunakan untuk balita dan WHO Anthro plus yang digunakan untuk anak berusia 6-18 tahun. Pada menu WHO Anthro  terdapat menu calculator, individual survey dan Nutritional survey. WHO Anthro mempunyai kelebihan dan kekurangan, meskipun memiliki kekurangan namun dengan adanya WHO Anthro dapat membantu ahli gizi maupun petugas kesehatan dalam melakukan penilaian dan memonitor status gizi anak dan balita.

-          Contoh File WHO Anthro 2005 dalam excel
-          Contoh result WHO Antro 2005

Saturday, 12 January 2013

laporan tahunan


Cara Mudah Membuat Laporan Tahunan Menggunakan 
 
Microsoft Excel
 
Hai Teman-teman, ingin tahu cara mudah membuat laporan tahunan? cara nya mudah kok hanya dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel dimana Microsoft Excel adalah sebuah program aplikasi yang memudahkan kita untuk membuat table dan grafik. Table dan grafik adalah hal yang sangat dibutuhkan dalam membuat laporan-laporan, hasil penelitian ataupun penyusunan data.
Baiklah saya akan memberitahu Langkah-langkah mudah dalam pembuatan Laporan Tahunan menggunakan Microsoft Excel :
 
  1.     Tambah Sheet Sesuai Kebutuhan
  * Pada bagian tab lembar kerja/ sheet yang terletak pada bagian bawah klik kanan
  * Insert, word set ok
  * Tambahkan sesuai keinginan (20 sheet)
  
      2.  Beri Nama Sheet Sesuai Keinginan
 
       *Klik kanan pada sheet lalu pilih rename, seperti mengedit nama di folder, Ketik nama yang anda ingin kan    lalu enter.
     
3.   Beri Warna Agar Tab Sheet Menjadi Menarik
     * Klik kanan
    * Tab color
   * Pilih warna sesuai selera
      *  Lalu klik ok
  4.  Memanggil Nama Sel
  Langkah ini berguna agar kita tidak repot-repot membuka data pada sheet yang lain bila ingin memasukan data yang sama. Misalnya : pada kata “Januari” beri nama sel “bulan” agar tidak susah mengetik “Januari” bila pada set selanjutnya terdapat kata2 “januari”. Contoh nya, laporan tahunan.
 
  5.  Gabungkan Beberapa Sel
 Blok sel yang ingin kamu gabungkan dengan syarat selnya dekat tidak jauh-jauahan..mis A2,A3..dst
ke samping juga bisa A1, B1 dst….A B C DUntuk mengatur tulisan atau isi sel agar d tengah klik kanan atau cari saja sel aligment atau klik kanan, format sel, klik tab aligment.. lalu atur!!! atau langsung saja pada menu merge sel & center. Jika ingin membatalkan penggabungan tinggal klik lagi gambar merge cell,, guan kan f4 untuk sel selanjutnya yang akan di gabung.
 
 6.   Beri Warna Sel
      * Blok sel yang ingin di beri warna satu atau lebih sel
     * Klik kanan,,theme color or yang da gambar warna tumpah di samping warna font
   * Pilih warna yang diinginkan,, lalu double klik atau enter
 
7.  Hapus dan Edit Data Sel
     * Klik atau blok sel yang ingin di hapus
    * Klik kanan
  * Delete atau klik menu edit -> format atau clear
 
 8.     Menyalin data dengan auto fill
    Letakan sel pada pointer yang akan di copy bawa pointer mouse ke sudut kan bawah sel hingga muncul tanda tambah hitam +. Lalu   Klik tahan dan geser mouse ke arah yang diinginkan.
 
 9.  Memberi coment/ penjelasan pada sel
     * Klik kanan sel yang ingin diberi keterangan
      * Insert koment tulis koment
    * Atur format koment sesuai selera pada menu home u/ word 2007
    * Pindah ke sel lain secara otomatis comen akan tersimpan dan tampil setiap anda membuka sel.
 
10.   Mengatur format tampilan angka
 
     * Sorot atau blok 1 atau lebih sel yang akan d format
      * Klik kanan, format sel ( ctrl 1)
   * Pada kotak format sel klik tab number.
     * Pilih kategori format yang diinginkan
a. Decimal place: menentukan berapa jumlah anggka decimal
b. Use 1000 separator: menentuka pemakaian pemisahan ribuan atau tidak
c. Negative number menentukan format angka negative yang diinginkan mis -1234
d. Currency: membantu member lambing mata uang jg anda ingin memasukan keterangan uang
e. Dan seterusnya pasti mengerti
    Klik ok jika format selesai d tentukan
 
 11.   Membuat bingkai table
       * Blok sel yang ingin di beri bingkai
       * Klik icon bolder pada menu format atau format sel
     * Pilih bolder yang diinginkan.. sesuai kan bentuk garis dan warna sesuai keinginan.
 
12.   Menyalin atau data sel
       * Blok sel klik kanan copy u/ menyalin,,n cut u/ memindahkan
     * Sorot lokasi tempat hasil yang diinginkan
       * Klik kanan, paste atau ctrl+v
 
 13.   Menggunakan rumus atau fungsi
 Catt: harus selalu di awali =
    *  Tempatkan petunjuk pada posisi yang diinginkan,
    * Ketik = , Lalu masukan formula : sum (jumlah), average (rata2) dll sesuai keinginan
    * Buka kurung klik sel pertama,(sel kedua) yang ingin di jumlahkan tutup kurung. Ex : =sum(A5,(B3)
 
14.  Membuat Grafik
  *  blok sel yang dinginkan, insert chart atau klik icon wizart chart
     *  pilih grafik yang diinginkan pada chart type
  * atur grafik klik kanan grafik atau sesuai format yang didinginkan.
 
15.   Menghilangkan colom dan baris yang tidak di gunakan
     * Blok baris yang tidak digunakan
  * Bila sel baris setelah sel yang diisi data tekan cntrl+shift+panah kiri kanan atas bawah pada penunjuk sel
     * Klik format, hide row u baris..or hide coloum untuk kolom
      * Bila batal klik unhide row/coloum
16.   Memberi protect shet biar gak bisa d ganggu gugat
          * Format,protect sel
          * Contreng sesuai bagian yang ingin diprotect
  * Masukan password
  * Klik ok
      * Menghilangkan protect klik unprotect dan masukan password.
 
SELESAI.. Mudahkan? SELAMAT MENCOBA ^^
 
 Ingin lihat Hasil nya ? silahkan download disini 

Monday, 7 January 2013

Interaksi Yodium dengan Zat gizi lain


PENDAHULUAN


Menurut Golden (1992), yodium termasuk dalam klasifikasi/kategori nutrient type I (pertama), bersama sama dengan zat gizi lain seperti besiselenium,calciumthiamine dll. Type I ini mempunyai ciri yang apabila kekurangan maka gangguan pertumbuhan bukan merupakan tanda yang pertama melainkan timbul setelah tahap akhir dari kekurangan  zat gizi tersebut. Tanda yang spesifik lah yang pertama akan timbul. Dalam hal kekurangan yodium, dapat menyebabkan gangguan akibat kekurangan yodium yang sering disebut Iodine Deficiency Disorder (IDD). Dalam type II, pertumbuhan akan terganggu terlebih dahulu, tetapi memberikan nilai penilaian biokimia cairan tubuh yang normal. Nutrient yang termasuk ini adalah potasiumnatriumzinc dll. 

 PEMBAHASAN

IDD adalah gangguan yang merugikan kesehatan sebagai akibat dari kekurangan yodium, yang kita kenal juga dengan singkatan GAKY. Kekurangan yodium pada tanah menyebabkan masyarakat yang hidup dan bertempat tinggal di daerah tersebut menjadi masyarakat yang rawan terhadap IDD. Yang paling ditakutkan dari kekurangan yodium ini adalah meningkatnya kematian bayi beberapa saat setelah dilahirkan dan perkembangan otak yang terhambat (neonatal hypotyroidsm). Faktor yang berperan dalam kejadian IDD diantaranya adalah adanya hubungan idoium dengan zat lain misalnya thyosianat dan selenium (Thaha dkk, 2001) Tulisan dibawah ini akan membahas lebih lanjut hubungan tersebut.

Ketersediaan selenium yang kurang pada tanah diduga juga mengandung rendah yodium pada tanah yang sama. Untuk sementara interaksi antara yodium dan selenium dalam proses penyerapan belum ada. Kalaupun ada interkasi ini sangat kompleks dan terkait dengan fungsi fungsi selenium dalam selenoprotein. Pada binatang percobaan ditemukan bahwa kurang selenium meningkatkan kadar T3 di jantung, sehingga dapat menimbulkan peningkatan denyut jantung dan palpasi. Selenoprotein yang juga terlibat dalam interaksi metabolisme yodium ialah iodotyronine deiodinase  yang berfingsi merubah  thyroxine (T4) menjadi bentuk aktif dari hormon thyroid triiodothyronine (T3) (Satoto, 2001).. Enzym tersebut merupakan selenium-dependent enzymes selain merupakan katalisator utama dalam perubahan thyroxin (T4) menjadi triiodotyronine (T3) juga merupakan katalisator yang merubah dari T3 menjadi T2 untuk mempertahankan level T3 (www.orst.edu/depth/lpi/infocentre/minerals/iodine).

Selain itu, salah satu contoh dari selenoprotein yang berhunbungan dengan metabolisme yodium adalah glutathione peroxidase, berfungsi sebagai antioksidan utama dalam tubuh manusia dan binatang (Satoto, 2001). Dengan adanya gambaran diatas, jelas bahwa akibat dari kekurangan selenium asupan T3 dalam sel tubuh juga menurun.



Tiosiant dikenal sebagai zat goitrogenik yaitu zat yang dapat menghambat transport aktif yodium dalam kelenjar tiroid dan yang paling potential dari zatgoitrogenik yang lain. Menurut  Bourdoux (1993) dalam Thaha (2001), thyocianat adalah komponen yang utama pada kelompok zat goitrogenik yang dapat mewakili asupan kelompok goitrogenik melalui makanan. Delanggu dalam Thaha (2001) melaporkan bahwa disuatu populasi bila perbandingan antara eksresi yodium dan tiosianat dalam urin (ug/g) kurang dari 3, maka daerah tempat populasi itu berada mempunyai resiko yang potensial untuk terjadinya gondok endemik. Makin kecil perbandingan antara eksresi yodium dan thyiosinat dalam urin maka semakin tinggi tingkat endemisitas nya. Namun demikian, menurut Larsen dan Ingbar dalam Thaha (2001), hambatan oleh pengaruh tiosinat hanya efektif bila konsentrasi yodium plasma normal atau rendah.

Penelitian di Pulau Seram Barat, Seram Utara dan pulau Banda menunjukkan adanya perbedaan ekresi thyocianat yang bermakna antara daerah endemik GAKY dan daerah non-endemik GAKY yang mana kandungan thyosianat tinggi pada daerah kontrol dibandingkan daerah kasus. Hal ini bertentangan dengan dugaan bahwa kandungan thiosinat yang tinggi akan dijumpai pada daerah gondok endemik. Data dari P. Buru menujukkan nilai eksresi tiosianat yang paling tinggi dibanding dengan tiga daerah lain sehingga menyebabkan tingginya nilai tiosinanat di urin pada kelompok kontrol. Akan tetapi rasio eksresi yodium dan eksresi tiosinat pada urin daerah yang endemik menunjukkan lebih kecil dari pada daerah yang non endemik (Thaha, 2001) yang menandakan bahwa ratio yang semakin kecil menghasilkan resiko yang semakin besar terhadap gondok endemik.

C. Besi
Besi adalah mineral yang paling banyak dipelajari dan diketahui oleh para ahli gizi dan kedokteran di dunia. Penemuan terakhir membuktikan bahwa kekurangan besi dapat menyebabkan terganggunya metabolisme tiroid dalam tubuh manusia. Penelitian yang dilakukan oleh Zimmermann dkk (2000) yang membagi kelompok anak anak yang menderita kekurangan yodium menjadi dua, yaitu anak yang menderita anak yang kekurangan iodine saja dan anak yang menderita kekurangan iodine dan besi. Pada kelompok pertama dan kedua, semua anak diberi 200 mg oral iodine dalam minyak. TSH (thyroid Stimulation Hormon, IU (iodine concentration), T4, dan volume kelenjar thyroid diambil pada awal dan minggu ke 1,5,10, 15 dan 30 minggu sesudah pemebrian. Sesudah 30 minggu pemberian iodine, bagi kelompok yang anaemia karena kekurangan besi diberikan tablet besi (ferrous sulphate) 60 mg secara oral 4 kali perminggu selama 12 minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa pada minggu ke 30 setelah pemberian iodine kedua kelompok, terjadi penurunan volume rata-rata tiroid menurun dibandingkan dengan awal sebelum dilakukan pemberian iodine, masing masing 45.1% dan 21.8 % (p kecil 0.01).  Pada kelompok yang ke dua, penurunan volume tiroid lebih menurun bila dibandingkan dengan baseline, yaitu menjadi 34.8% pada minggu ke 50 dan 38.4 % pada minggu ke 65.  Hal ini menunjukkan bahwa suplementasi besi dapat meningkatkan kemampuan iodone dalam minyak pada anak anak yang kekurangan yodium. (Zimmermann, M et al, 2000).

Interaksi antara yodium dengan mineral and vitamin lain perlu diteliti lebih lanjut, baik secara laboratorium dengan menggunakan hewan percobaan maupun di lapangan terhadap manusia. Penelitian yang melkihat inetraksi secara langsung antara yodium dengan vitamin A pernah dilakukan namun perlu konfirmasi lebih lanjut. Penelitian oleh Van Stuijvenberg dkk, (1999) misalnya yang mengambil 115 anak di Afrika Selatan usia 6-11 tahun yang diberi biskuit selama 43 minggu sampai lebih dari 12 bulan dibandingkan dengan control. Biskuit mengandung besi, yodium, and betha carotene sedangkan control adalah biskuit yang tidak difortifikasi. Pada akhir intervensi, terlihat pada tidak ada perbedaan perubahan dalam pengecilan kelenjar tiroid anak anak secara signifikan, Akan tetapi terjadi penurunan jumlah anak anak yang mempunyai eksresi yodium yang rendah (100 ug/L) dari semula berjumlah 97.5% menjadi tinggal 5.4%. Peningkatan eksresi urin tersebut sangat signifikan  (p kecil 0.0001). (van Stuijvenberg dkk, 1999).

Daftar Pustaka

Golden MHN. Specific deficiency versus growth failure: Type I and type II nutritients. SCN News 1992;No. 12:10-14.

Satoto. Seleneium dan Kurang Iodium dalam Kumpulan Naskah Pertemuan Ilmiah Nasional Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) 2001 editor Djokomoeljanto, dkk. Semarang, Badan penerbit Universitas Diponegoro. 2001

ICCIDD, UNICEF, WHO. Assessment of Iodine Deficiency Disorders and Monitoring their Elimination. A guide for Programme managers. 2nd Ed. Geneva, 2002.

Thaha, Razak; Dachlan, Djunaidi M; Jafar, Nurhaedar, Jafar. Analisis faktor resiko “coastal goiter” dalam Kumpulan Naskah Pertemuan Ilmiah Nasional Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) 2001 editor Djokomoeljanto, dkk. Semarang, Badan penerbit Universitas Diponegoro. 2001
Van Stuijvenberg, M Elizabeth et al. Effect of iron-, iodine-, and b carotene-fortified biscuits on the micronutrient status of primary school children: a randomized controlled trial. Am  J Clin Nutr 1999; 69: 497-503
Zimmermann M, et al. Iron supplementation in goitrous, iron-deficient children improves their response to oral iodized oil. Eur J Endocrinol 2000; 142(3):217-22

 Post ini juga bisa dilihat pada blog saya yang lain nya CLICK HERE